Artikel Terbaru
Home » Archives for April 2013
Rabu, April 24, 2013
Saat hamil dan sesaat setelah melahirkan, ada perubahan bentuk tubuh pada seorang perempuan. Tubuh yang lebih gemuk membuat para ibu baru merasa tak lagi seksi. Tapi berbeda dengan pria, mereka justru merasa lebih seksi setelah memiliki anak.
Studi yang dimuat Journal of Gender Studies-lah yang mengemukakan bahwa pria merasa lebih atraktif setelah anaknya lahir. Demikian dikutip dari Today, Rabu (24/4/2013).
Berbeda dengan ayah baru yang suka melihat penampilannya di cermin, dari penelitian diketahui bahwa persepsi perempuan terkait daya tarik tubuhnya setelah punya anak malah menurun. Nah, persepsi pria akan penampilannya kembali ke tingkat normal setelah setahun kelahiran anaknya.
Terapi keluarga, Hal Runkel, menyebut hasil penelitian itu sangat masuk akal. Lumrah seorang pria merasa lebih seksi setelah punya anak karena seolah mereka mendapat pengakuan bahwa dirinya subur, spermanya sehat sehingga bisa membuahi sel telur.
Dalam acara di televisi Today yang dipandu Willie Geist, diketahui para pria bisa menjaga persepsi seksi dalam jangka panjang jika benar-benar menjaga tubuhnya. Namun bagi Runkel, tetap menarik di mata istri adalah yang utama.
Aktor yang juga ayah dari 5 anak, Terry Crews, dalam kesempatan yang sama setuju bahwa pria harus menjaga penampilan untuk tetap menawan. Sebab baginya jika seseorang terlihat baik, maka diri sendiri akan merasa baik. Ketika diri sendiri merasa baik, maka performanya baik. Dan jika performanya baik, maka akan dibayar dengan baik pula.
Menurut Crews memang ada berbagai reaksi yang didapatnya atas penampilannya. Namun umumnya dia mendapat reaksi positif jika berpenampilan baik.
"Itu benar lho," tegas Crews.
sumber: http://health.detik.com/read/2013/04/24/182423/2229606/763/pria-merasa-lebih-seksi-setelah-punya-anak?l992203755
Kamis, April 18, 2013
Alternative-1st - Keinginan penggunaan obat-obatan herbal adalah karena kebanyakan orang berpikir bahwa karena hal itu adalah zat alami dan paling aman. Namun sebaiknya anda juga memperhatikan bahwa tanaman bisa membahayakan. Dalam kesempatan kali ini Alternative-1st akan mencoba mengulas tentang Penyembuhan Alternative Untuk Tekanan Darah. Sebelum kita lebih jauh melangkah tentang penyembuhan alternative ini, mungkin kita sedikit kilas balik tentang penggunaan beberapa obat herbal yang sering dilakukan oleh beberapa orang.
Beberapa obat herbal dapat meningkatkan tekanan darah atau dapat mengganggu efek pada obat konvensional. Seperti : Akar manis dan obat herbal lain yang digunakan sebagai diuretik mempromosikan natrium dan retensi air dan dengan demikian meningkatkan tekanan darah. Bunga lily dari lembah menyerupai digitalis, terlalu tinggi dosis dapat menyebabkan gagal jantung. Berangan kuda digunakan bersama-sama dengan obat antikoagulan dapat menyebabkan perdarahan. Serta sering dekenali alkaloid tanaman, obat herbal tradisional oriental sering mengandung garam logam berat, yang mungkin sangat berbahaya ketika digunakan dalam waktu lama.
Jelas, tidak ada dukun/tabib terkemuka akan menawarkan perawatan yang mereka tahu akan merugikan Anda, tetapi risikonya bisa besar jika Anda berkonsultasi dengan seseorang yang tidak terlatih. Anda harus ingat bahwa industri obat sangat efisien dalam memanfaatkan zat-zat aktif yang ditemukan tanaman penginapan dan dalam mensintesis dan menguji mereka untuk digunakan sebagai obat. Seperti dengan terapi alternatif lain, ada bukti ilmiah sedikit diterbitkan membuktikan bahwa pengobatan herbal yang efektif. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, di mana kebutuhan untuk pengobatan aktif diperdebatkan dengan cara baik. Herbal yang dapat digunakan dengan cara ini termasuk hawthorn, mawar gulden, linden dan yarrow.
Dua aspek terkenal lainnya dari penyembuhan alternatif untuk mengobati tekanan darah tinggi yaitu homeopati dan akupunktur
Penyembuhan Tekanan Darah Tinggi Dengan Homeopati
Homeopati adalah benar-benar aman, karena obat begitu encer. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa 'sesuatu dapat disembuhkan oleh sesuatu'. Kata homeopati berasal dari dua kata Yunani yang berarti 'sama' dan 'penderitaan'. Obat yang mengandung jumlah zat yang sangat encer dalam jumlah yang lebih besar akan menghasilkan gejala mirip penyakit yang sedang dirawat. Masalahnya di sini adalah bahwa tidak ada penjelasan ilmiah untuk 'apa yang sedang terjadi'. Tidak ada obat homeopati yang spesifik direkomendasikan untuk tekanan darah tinggi. Perawatan yang biasa dilakukan oleh seorang praktisi akan menyarankan kepda anda untuk berpikir lagi karena mereka memiliki efek penguatan umum pada konstitusi Anda. semua dokter homeopati akan dilatih dalam pengobatan ortodoks dan sebagainya yang biasanya digunakan sebagai cadangan dari metode penyembuhan alternatif mereka untuk kecil, membatasi diri, atau emosional penyakit.
Penyembuhan Tekanan Darah Tinggi DenganAkupuntur
Akupunktur, biasanya dilakukan dengan melibatkan jarum dengan cara dimasukkan ke dalam kulit di lokasi tertentu pada tubuh dan hal ini telah menjadi bentuk standar perawatan medis di Cina selama 5000 tahun. Dalam 20 tahun terakhir ini telah menjadi lebih banyak digunakan di Amerika Serikat, biasanya untuk kondisi seperti kembali menyakitkan di mana obat-obatan ortodoks sering gagal untuk membantu. Kita harus tahu cukup cepat apakah atau tidak itu adalah efektif sebagai pengobatan untuk tekanan darah tinggi, sebagai percobaan benar dikontrol saat ini sedang dilakukan dan hasilnya akan diterbitkan dalam waktu dekat. Sementara itu, suatu program perawatan akupunktur pasti akan melakukan Anda tidak membahayakan dan Anda mungkin merasa perlu untuk membantu relaksasi.
Metode Lain Dalam Mengobati Tekanan Darah Tinggi
Selain dengan metode di atas, ada beberapa obat tradisional rumahan yang bisa dijadikan penyembuhan alternatif pada tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.
Tekanan darah yang tinggi pada hipertensi akan memicu pecahnya pembuluh darah otak. Pada gilirannya, jaringan otak akan rusak dan timbul gejala-gejala stroke. Stroke akibat hipertensi termasuk ke dalam stroke hemoragik, atau stroke perdarahan.
Penyebab Terjadinya Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi essensial atau hipertensi primer penyebabnya dikarenakan pola hidup yang tidak sehat. Mengalami stress, mengkonsumsi garam yang berlebih, merokok, kebiasaan minuman beralkohol dan kafein, pola makan yang tidak sehat yang mengakibatkan timbunan lemak dan kelebihan berat badan dan adanya faktor keturunanHipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh adanya gangguan ginjal atau jantung.
Penyembuhan Alternatif Untuk Tekanan Darah Tingi
1. Alang-alang - Potong-potong 60 gr akar alang-alang,lalu rebus dalam 3 gelas air. Biarkan mendidih hingga air tersisa 1 gelas Dinginkan, lalu saring minum 2 kali sehari sabanyak 1/2 gelas selama 10 hari
2. Bawang Merah - Cuci bersih 1 siung bawang merah yang telah dikupas lalu dimakan Atau biasakan memakan bawang marab yang telah dicampur dalam acar timun.
3. Bawang Putih - Ada 3 macam cara pengobatan darah tinggi dengan menggunakan bawang putih.
- Kupas 1 atau 2 siung bawang putih lalu kunyah-kunyah sampai halus kemudian ditelan. Setelah itu minumlah 1 cangkir air hangat. Lakukan 3 kali dalam sehari.
- 2 siung bawang putih dipanggang di atas api lalu dimakan setiap pagi selama tujuh hari berturut-turut.
- Tumbuk halus 3 siung bawang putih tambahkan air secukupnya.Peras dan saring lalu minum secara teratur.
4. Bayam - Cuci bersih 1 potong akar bayam duri berikut bonggolnya lalu dipotong-potong. Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum air rebusan sekaligus.
5. Belimbing Wuluh - Masak 25 gr biji srigading yang telah dihaluskan dalam 4 gelas air, tambahkan 3 buah belimbing wuluh segar. Saring dan dinginkan lalu minum 1 gelas sehari. Atau rebus 3 buah belimbing wuluh yang sudah dipotong-potong dengan 3 gelas air, biarkan mendidih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan saring, minum setelah makan pagi.
6. Daun Alpukat - Rebus 5 lembar daun alpukat dengan 2 gelas air. Biarkan mendidih hingga airtersisa setengahnya. Saring lalu tambahkan gula dan aduk rata. Minum 2 kali sehari secara rutin.
7. Daun Pegangan - Selain bia untuk menyembuhkan keloid, daun pegangan juga bisa untuk mengobati hipertensi. Rebus 20 lembar daun pegagan dalam 3 gelas air hingga tersisa 3/4 nya. Minum air rebusan 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas.
8. Jeruk Nipis - Cuci dan potong-potong 2 buah jeruk nipis, 20 kuntum bunga jeruk nipis dan 30 lembar daun jeruk nipis. Rebus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih hingga air tersisa sebanyak 2 1/4 gelas saja. Saring dan dinginkan lalu bagi menjadi 3 bagian. Tambahkan sedikit madu lalu minum setiap hari secara rutin.
9. Kemangi - Rebus daun kemangi dan belimbing wuluh secukupnya dengan 2 gelas air hingga air tersisa 1 gelas. Minum sekaligus sampai habis.
10.Kumis Kucing - Ramuan ini membutuhkan daun kumis kucing yang basah dan kering masing-masing sebanyak 50 gr. Rebus daun kumis kucing kering dengan air secukupnya. Daun yang segar diseduh dengan air panas. Campur kedua ramuan lalu saring. Minum 1 gelas sehari.
11. Kunyit - Parut rimpang kunyit seukuran 1/2 jari. Tambahkan 1 sdm madu lalu remas-remas. Peras dan saring. Minum 2 - 3 kali sehari.
12. Lobak - Tumbuk halus biji lobak yang sudah dikeringkan. Makan sebanyak 6 gr 3 kali sehari. Atau minumlah jus lobak segar 2 kali sehari sebanyak 1 cangkir kecil selama 1 minggu.
13. Meniran - Rebus 50 gr meniran kering dalam 2 liter air. Biarkan mendidih air tersisa setengahnya. Saring lalu minum 2 kali sehari setelah makan sebanyak 1 gelas.
14. Mengkudu - Gunakan juicer atau jus extractor untuk mendapatkan sari buah mengkudu. Campur buah mengkudu masak dengan air dan ambil sarinya. Minum setengah gelas secara teratur setiap hari.
15. Mentimun - Rebus 150 gr mentimun dengan air secukupnya lalu minum air rebusan tersebut secara teratur setiap hari Atau parut 2 buah mentimun yang sudah dicuci bersih. Lalu diperas dan disaring. Minum air perasan tersebut 2 - 3 kali dalam sehari.
16. Sambiloto - Cuci bersih lalu seduh 5 sampai 7 helai daun sambiloto dengan air mendidih. Minum beberapa kali dalam sehari.
17. Selada Air - Cuci bersih 2 atau 3 batang selada air lalu dikunyah dan airnya ditelan. Lakukan setiap hari hingga tensi darah kembali normal.
18. Seledri - Cuci bersih seledri yang masih utuh sebanyak 16 batang lalu potong-potong kasar. Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 15 gelas Bagi air rebusan menjadi 2 bagian lalu diminum. Seledri yang sudah direbus dimakan. Lakukan secara teratur. Hati-hati menggunakan resep ini, karena dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis
19. Tapak Dara - Cuci lalu rebus 10 gr daun tapak dara dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Saring dan dinginkan lalu minum.
20. Temulawak -Haluskan 2 sdm rimpang temu lawak, 5 sdm rimpang kunyit 1 sdm asam hitam dan gula jawa secukupnya. Tambahkan 1/2 gelas air masak. Peras lalu minum 2 kali sehari selama 1 minggu.
21. Benalu - Petik tumbuhan benalu {Loranthus yadoripl) yang sering ditemukan tumbuh liar di pohon besar sebanyak 15 gr. Potong- potong tanaman itu. Jemur dan keringkan jika ingin menggunakan bahan ini dalam waktu lama. Rebuslah dengan 3gelas air sampai airnya hanya tersisa 1 gelas. Minumlah setengah gelas, pagi dan siang hari.
22. Rumput Laut -Siapkan rumput laut yang belum diolah sebanyak 15 gr. Tambahkan dengan 15 gr biji daun sendok. Setelah dibersihkan kedua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai air tersisa hanya 1 gelas. Setelah disaring air rebusan dibagi untuk 2 kali minum, yakni pagi dan siang hari.
23. Kunyit - Siapkan 1/4 genggam daun meniran, rimpang kunyit seukuran 1 jari, 10 buah belimbing wuluh dan sedikit gula aren. Cuci bersih semua bahan (kecuali gula aren). Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 2 gelas saja. Setelah disaring dibagi untuk 3 kali minum, pagi, siang dan malam hari.
24. Daun Murbei - Siapkan 20 lembar daun murbei, 8 buah leunca, 1/2 sendok teh adas, dan 3/4 jari pulosari. Cuci bersih semua bahan. Tambahkan sedikit gula aren agar tak terlalu pahit. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga airnya tersisa 2 gelas. Setelah disaring airnya dibagi untuk 3 kali minum. Pagi, siang dan malam hari.
Nah, Itulah beberapa cara dalam Penyembuhan Alternatif Untuk Takanan Darah Tinggi dalam artikel kali ini. Semoga bisa membantu Anda dalam mengobati hipertensi yang Anda derita.
Rabu, April 17, 2013
Cuaca yang panas membuat kulit menjadi lebih cepat kering dan kusam. Agar kulit kering ini tak berkembang jadi masalah yang lebih serius, maka rawatlah kulit agar tetap lembab.
"Bukan cuma wajah saja yang perlu diberi pelembab. Bagian tubuh lain juga harus diberi losion tubuh agar tetap terjaga kelembabannya," ungkap cosmetologist dan dermatologist Juliana Yu, MDH, kepada Kompas Female, saat peluncuran losion tubuh di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan bahwa saat paling tepat untuk menggunakan losion adalah setelah selesai mandi. Usai mandi, pori-pori kulit akan terbuka sehingga kulit lebih mudah menyerap vitamin dan kandungan lain dalam losion. Namun Juliana mengatakan, ada beberapa kondisi di mana Anda tak bisa mengoleskan losion tubuh.
1. Berkeringat
Ketika berkeringat, secara otomatis produksi kelenjar minyak dan keringat akan sangat meningkat dan menumpuk di permukaan kulit. Lapisan keringat dan minyak ini akan menjadi penghambat penyerapan nutrisi dan vitamin dari losion ke dalam kulit. Selain itu, keringat dan minyak yang keluar akibat aktivitas berlebihan ini juga mengandung bakteri, sehingga pengaplikasian losion malah membuat kotoran dari keringat ini tersebar merata di kulit.
Sebagai solusinya, Juliana menyarankan untuk mengeringkan dan membersihkan kulit terlebih dulu. Jika tidak memungkinkan untuk langsung mandi, sebaiknya lap tubuh Anda dengan air hangat. Pembasuhan kulit dengan lap ini berfungsi untuk mempersiapkan kulit menerima nutrisi dan membuka pori-pori. Setelah kering, oleskan losion ke seluruh tubuh.
2. Terpapar matahari langsung dalam waktu lama
Setelah beberapa lama terpapar matahari, kulit pasti akan terasa kering, kusam, dan sedikit perih. Dalam kondisi inilah biasanya Anda akan mencari solusi praktis untuk "mendinginkan" kulit. Dan losion menjadi cara yang banyak dipilih perempuan untuk mengatasi rasa panas di kulit.
Namun, "Hindari menggunakan losion saat kulit terasa panas dan perih," tambahnya. Saat kulit terkena sinar matahari langsung, pigmen kulit akan rusak dan perubahan suhu drastis dari panas ke dingin akibat penggunaan losion justru akan semakin merusak pigmen dan struktur kulit.
Ketika kulit terpapar matahari dalam waktu yang lama, ada baiknya untuk menurunkan suhu kulit secara alamiah beberapa saat. Setelah suhu kulit normal, bersihkan kulit dengan lap hangat, kemudian gunakan losion tubuh yang mengandung UV protection.
Sumber : http://female.kompas.com/read/2013/03/13/16421049/Jangan.Pakai.Losion.Saat.Berkeringat
Rabu, April 17, 2013
Ketika bersantap di warung atau restoran, biasanya kita akan menemukan tisu gulung atau tisu lipat sebagai alat pembersih tangan. Namun saat Anda singgah di Vietnam, seperti di kota Ho Chi Minh, jangan harap Anda akan menemukan tisu kering di atas meja restoran.
Di negara komunis ini yang dapat Anda temukan justru tisu basah. Sebelum memulai makan atau pun sesudah makan, restoran sudah menyediakan tisu basah guna membersihkan tangan kita. Unik ya?
Penggunaan tisu basah di Vietnam sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi para penduduknya, baik ketika Anda makan di restoran atau di pinggir jalan. Menurut warga setempat, tisu basah berfungsi sebagai pencuci tangan sebelum atau sesudah makan.
"Ini sudah menjadi kebiasaan gaya hidup masyarakat Vietnam. Kami selalu menggunakan tisu basah di mana pun kami makan," papar Alice, salah seorang warga lokal Ho Chi Minh, pada Kompas Female saat berkunjung ke Ho Chi Minh City, beberapa waktu lalu.
Tak hanya restoran atau tempat makan pinggir jalan yang menyediakan tisu basah untuk pengunjung. Jika Anda pergi ke salah satu taman dan hanya membeli minuman kopi lokal, mereka juga akan menyertakan tisu basah untuk Anda.
"Kami sangat peduli dengan kebersihan juga, jadi dengan membasuh tangan pakai tisu basah akan membuat kita makin peduli dengan kesehatan. Dan tisu basah yang kami gunakan juga tidak mengandung pewangi atau alkohol," imbuh Alice.
Anda memang tidak akan menemui tisu basah berbau alkohol atau wewangian di restoran atau tempat makan. Aroma tisu basah ini natural saja, alias tidak berbau apa-apa. Hanya saja ketika makanan yang Anda nikmati berbau tajam, misalnya mengandung terasi, pasti tangan Anda akan tetap beraroma terasi....
Di negara komunis ini yang dapat Anda temukan justru tisu basah. Sebelum memulai makan atau pun sesudah makan, restoran sudah menyediakan tisu basah guna membersihkan tangan kita. Unik ya?
Penggunaan tisu basah di Vietnam sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi para penduduknya, baik ketika Anda makan di restoran atau di pinggir jalan. Menurut warga setempat, tisu basah berfungsi sebagai pencuci tangan sebelum atau sesudah makan.
"Ini sudah menjadi kebiasaan gaya hidup masyarakat Vietnam. Kami selalu menggunakan tisu basah di mana pun kami makan," papar Alice, salah seorang warga lokal Ho Chi Minh, pada Kompas Female saat berkunjung ke Ho Chi Minh City, beberapa waktu lalu.
Tak hanya restoran atau tempat makan pinggir jalan yang menyediakan tisu basah untuk pengunjung. Jika Anda pergi ke salah satu taman dan hanya membeli minuman kopi lokal, mereka juga akan menyertakan tisu basah untuk Anda.
"Kami sangat peduli dengan kebersihan juga, jadi dengan membasuh tangan pakai tisu basah akan membuat kita makin peduli dengan kesehatan. Dan tisu basah yang kami gunakan juga tidak mengandung pewangi atau alkohol," imbuh Alice.
Anda memang tidak akan menemui tisu basah berbau alkohol atau wewangian di restoran atau tempat makan. Aroma tisu basah ini natural saja, alias tidak berbau apa-apa. Hanya saja ketika makanan yang Anda nikmati berbau tajam, misalnya mengandung terasi, pasti tangan Anda akan tetap beraroma terasi....
Rabu, April 17, 2013
Jakarta, Jika ingin hidup lebih lama dan lebih sehat, setiap dokter setuju Anda perlu menghindari makanan yang berminyak dan tinggi lemak ala Barat. Studi baru menunjukkan bagaimana diet atau pola makan mempengaruhi penuaan pada sekelompok warga Inggris. Hasilnya ditemukan bahwa diet gaya Barat menyebabkan orang untuk meninggal lebih cepat.
"Dampak dari diet terhadap penyakit yang berhubungan dengan usia telah dipelajari secara ekstensif, tetapi penyelidikan lebih lanjut telah menemukan hubungan antara diet dengan kesehatan secara keseluruhan di usia tua," ujar Tasnime Akbaraly, penulis utama dan peneliti The Department of Epidemiology and Public Health, University College London, seperti dikutip dari Medicaldaily, Selasa (16/4/2013).
"Kami memeriksa apakah pola makan dalam usia setengah baya, dengan menggunakan pola diet dan kepatuhan terhadap Indeks Makan Alternatif Sehat atau Alternative Healthy Eating Index (AHEI), terkait dengan penuaan, diidentifikasi setelah rata-rata dikaji selama 16 tahun," lanjutnya.
Selama 16 tahun, 5.350 pria dan wanita dengan usia rata-rata 51 tahun dikaji. Setiap 5 tahun, para peneliti mengumpulkan data termasuk kebiasaan makan, catatan rumah sakit, dan kematian. Hasilnya dikategorikan menjadi 5 kelompok:
1. Penuaan secara ideal (4 persen): orang-orang yang bebas dari kondisi kronis dan tes kognitif menunjukkan hasil yang baik pada fisik dan mental
2. Kardiovaskular fatal (12,7 persen)
3. Kematian akibat penyakit kardiovaskular (2,8 persen)
4. Kematian akibat penyakit non-kardiovaskular (7,3 persen)
5. Penuaan secara normal (73,2 persen)
Mereka yang tidak mengikuti AHEI memiliki risiko kematian lebih tinggi, baik yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular maupun non-kardiovaskular, sementara mereka yang mengikuti diet Barat, yaitu makanan yang digoreng atau manis, makanan olahan dan biji-bijian, daging merah, dan produk susu tinggi lemak menurunkan peluang mereka untuk menua dengan kondisi tubuh secara ideal.
United States Department of Agricultures mengubah piramida panduan makanan yang keluarga tahun 1992. Menurut peneliti dari Harvard Medical School, piramida tidak memberikan penggambaran yang akurat dan hanya mempromosikan kepentingan bisnis industri.
Pengaturan kelompok makanan utama terbaru membuat setengah bagian piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, konsumsi susu pun diganti menjadi susu bebas lemak atau rendah lemak, ada keinginan untuk menghitung natrium dalam makanan yang dikonsumsi, serta lebih memilih mengonsumsi air putih dibandingkan minuman manis.
"Kami ingin menunjukkan bahwa mengikuti rekomendasi diet khusus seperti yang disediakan oleh AHEI bermanfaat dalam mengurangi risiko penuaan tidak sehat, sekaligus dengan menghindari makanan jenis 'Barat' dapat meningkatkan peluang untuk mencapai usia tua yang bebas penyakit kronis dan tetap fungsional," tutup Akbaraly.
Sumber: http://health.detik.com/read/2013/04/16/160645/2221780/763/studi-makanan-kebarat-baratan-picu-kematian-penuaan-dini?l992202755
"Dampak dari diet terhadap penyakit yang berhubungan dengan usia telah dipelajari secara ekstensif, tetapi penyelidikan lebih lanjut telah menemukan hubungan antara diet dengan kesehatan secara keseluruhan di usia tua," ujar Tasnime Akbaraly, penulis utama dan peneliti The Department of Epidemiology and Public Health, University College London, seperti dikutip dari Medicaldaily, Selasa (16/4/2013).
"Kami memeriksa apakah pola makan dalam usia setengah baya, dengan menggunakan pola diet dan kepatuhan terhadap Indeks Makan Alternatif Sehat atau Alternative Healthy Eating Index (AHEI), terkait dengan penuaan, diidentifikasi setelah rata-rata dikaji selama 16 tahun," lanjutnya.
Selama 16 tahun, 5.350 pria dan wanita dengan usia rata-rata 51 tahun dikaji. Setiap 5 tahun, para peneliti mengumpulkan data termasuk kebiasaan makan, catatan rumah sakit, dan kematian. Hasilnya dikategorikan menjadi 5 kelompok:
1. Penuaan secara ideal (4 persen): orang-orang yang bebas dari kondisi kronis dan tes kognitif menunjukkan hasil yang baik pada fisik dan mental
2. Kardiovaskular fatal (12,7 persen)
3. Kematian akibat penyakit kardiovaskular (2,8 persen)
4. Kematian akibat penyakit non-kardiovaskular (7,3 persen)
5. Penuaan secara normal (73,2 persen)
Mereka yang tidak mengikuti AHEI memiliki risiko kematian lebih tinggi, baik yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular maupun non-kardiovaskular, sementara mereka yang mengikuti diet Barat, yaitu makanan yang digoreng atau manis, makanan olahan dan biji-bijian, daging merah, dan produk susu tinggi lemak menurunkan peluang mereka untuk menua dengan kondisi tubuh secara ideal.
United States Department of Agricultures mengubah piramida panduan makanan yang keluarga tahun 1992. Menurut peneliti dari Harvard Medical School, piramida tidak memberikan penggambaran yang akurat dan hanya mempromosikan kepentingan bisnis industri.
Pengaturan kelompok makanan utama terbaru membuat setengah bagian piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, konsumsi susu pun diganti menjadi susu bebas lemak atau rendah lemak, ada keinginan untuk menghitung natrium dalam makanan yang dikonsumsi, serta lebih memilih mengonsumsi air putih dibandingkan minuman manis.
"Kami ingin menunjukkan bahwa mengikuti rekomendasi diet khusus seperti yang disediakan oleh AHEI bermanfaat dalam mengurangi risiko penuaan tidak sehat, sekaligus dengan menghindari makanan jenis 'Barat' dapat meningkatkan peluang untuk mencapai usia tua yang bebas penyakit kronis dan tetap fungsional," tutup Akbaraly.
Sumber: http://health.detik.com/read/2013/04/16/160645/2221780/763/studi-makanan-kebarat-baratan-picu-kematian-penuaan-dini?l992202755
Rabu, April 17, 2013
Apakah yang menjadi ciri utama pembeda antara bangsa Asia dan Eropa? Ya, bentuk ukuran fisik yang sangat kentara. Orang China, Jepang, Korea dan Indonesia terkenal dengan ukuran tubuhnya yang tidak terlalu tinggi bahkan cenderung pendek.
Tetapi kalau diperhatikan saat ini banyak sekali orang Asia yang sekarang tak kalah tinggi dengan orang-orang Eropa. "Jadi, ini bukan masalah gennya. Ini masalah pemenuhan nutrisinya," ujar Direktur Indonesian Nutrition Foundation for Food Fortification Prof. (Em) Soekirman, MPS-ID dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (18/4/2013).
Prof. Soekirman menuturkan bahwa saat bangsa Jepang menduduki Indonesia, mereka masih dianggap orang 'kate' oleh orang Jawa. Tetapi setelah perang dunia, banyak orang Jepang pindah ke Amerika.
"Akhirnya satu generasi jadi tinggi-tinggi, apa ini faktor gen?" ujarnya.
Lingkungan diduga merupakan faktor besar. Ini sangat ditentukan saat perkembangan anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak dalam kandungan.
"Di sini terori gen kurang kuat meskipun ada, tapi ternyata lingkungan yang lebih kuat menentukan," kata Prof. Soekirman.
Prof. Soekirman sendiri menyatakan pernah melakukan penelitian di daerah Ciamis. Ia mengumpulkan anak kelas 1 SD yang bersekolah di desa kemudian diukur tingginya. Didapatkan bahwa dari 20 anak, 5 diantaranya memiliki tinggi di atas garis normal tinggi anak seusianya. Namun kebanyakan berada jauh di bawah garis normal.
"Padahal satu kampung, inilah kenapa lingkungan dan status ekonomi khususnya menjadi salah satu penyebab gizi buruk," terangnya.
Tetapi kalau diperhatikan saat ini banyak sekali orang Asia yang sekarang tak kalah tinggi dengan orang-orang Eropa. "Jadi, ini bukan masalah gennya. Ini masalah pemenuhan nutrisinya," ujar Direktur Indonesian Nutrition Foundation for Food Fortification Prof. (Em) Soekirman, MPS-ID dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (18/4/2013).
Prof. Soekirman menuturkan bahwa saat bangsa Jepang menduduki Indonesia, mereka masih dianggap orang 'kate' oleh orang Jawa. Tetapi setelah perang dunia, banyak orang Jepang pindah ke Amerika.
"Akhirnya satu generasi jadi tinggi-tinggi, apa ini faktor gen?" ujarnya.
Lingkungan diduga merupakan faktor besar. Ini sangat ditentukan saat perkembangan anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak dalam kandungan.
"Di sini terori gen kurang kuat meskipun ada, tapi ternyata lingkungan yang lebih kuat menentukan," kata Prof. Soekirman.
Prof. Soekirman sendiri menyatakan pernah melakukan penelitian di daerah Ciamis. Ia mengumpulkan anak kelas 1 SD yang bersekolah di desa kemudian diukur tingginya. Didapatkan bahwa dari 20 anak, 5 diantaranya memiliki tinggi di atas garis normal tinggi anak seusianya. Namun kebanyakan berada jauh di bawah garis normal.
"Padahal satu kampung, inilah kenapa lingkungan dan status ekonomi khususnya menjadi salah satu penyebab gizi buruk," terangnya.
sumber : http://health.detik.com/read/2013/04/18/065958/2223377/1301/anak-pendek-ini-masalah-lingkungan-bukan-gen
Rabu, April 17, 2013
Apakah Anda sering mengalami stres di kantor? Coba perhatikan meja kerja Anda, meja kerja yang berantakan bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya stres.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Staples, hampir setengah dari seluruh jumlah pekerja di Inggris memiliki meja kerja yang berantakan. Hal ini memicu timbulnya masalah dengan rekan kerja, peringatan dari atasan, bahkan meningkatkan risiko stres.
Rata-rata 19 lembar kertas tidak terpakai tergeletak di meja pekerja Inggris. 48 Persen pekerja bahkan kesulitan menemukan dokumen penting akibat mejanya tidak terorganisir dengan baik. Sementara 10 persen pekerja Inggris mengakui terakhir mereka merapikan meja kerja adalah sekitar 6 bulan yang lalu.
Meja kerja yang berantakan sebenarnya tidak luput dari perhatian atasan. Seperempat dari responden mengaku pernah menerima peringatan dari atasannya, bahkan 1 dari 10 pekerja menerima peringatan secara resmi.
Survei yang dilakukan terhadap 2.000 pekerja di Inggris mengungkapkan bahwa hampir sepertiganya memiliki meja kerja berisi makanan yang sudah setengah habis, sampah bungkusan makanan dan botol, serta hampir setengahnya meninggalkan cangkir dan piring kotor di meja kerja. 1 dari 20 pekerja bahkan meninggalkan piring kotornya di meja selama 3 hari atau lebih.
Selama ini dipercaya bahwa wanita biasanya lebih rapi dan bersih jika dibandingkan dengan laki-laki, namun hal ini tidak berlaku dalam urusan meja kerja. Berdasarkan hasil survei, pekerja wanita memiliki kebiasaan yang sama berantakannya dengan pekerja laki-laki.
"Meja kerja yang berantakan tidak hanya buruk untuk pola pikir Anda, tetapi juga dapat merusak hubungan Anda dengan rekan kerja," ungkap Dr. Tomas Chamorro, profesor psikologi bisnis di University College London.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa meja kerja yang berantakan memiliki efek yang negatif pada karir, misalnya membuat Anda terlihat tidak profesional, dicap buruk oleh atasan, bahkan sampai membuat Anda menerima peringatan resmi. Jangan abaikan masalah ini, setiap pekerja harus bisa mengerti dan merasakan manfaat dari meja kerja yang rapi," imbuhnya.
Selain dapat memperburuk hubungan dengan rekan kerja dan atasan, meja kerja yang berantakan juga memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat stres di kantor.
56 Persen partisipan merasa tingkat stres mereka meningkat saat mengawali hari kerja dengan melihat meja yang kotor. Walaupun demikian, hanya setengah dari mereka yang merapikan mejanya paling tidak 1 kali dalam sebulan.
"Meja kerja yang berantakan memiliki dampak yang sangat serius terhadap tingkat stres dan kebahagiaan di kantor. Lebih dari setengah responden mengatakan stres di awal hari kerja berlanjut menjadi cemas dan suasana hati menjadi negatif," ucap Dr. Tomas seperti dikutip dari Metro, Kamis (18/4/2013).
Oleh karena itu, penting untuk pekerja memerhatikan kerapian dan kebersihan meja kerja agar terhindar dari stres berlebih di kantor.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Staples, hampir setengah dari seluruh jumlah pekerja di Inggris memiliki meja kerja yang berantakan. Hal ini memicu timbulnya masalah dengan rekan kerja, peringatan dari atasan, bahkan meningkatkan risiko stres.
Rata-rata 19 lembar kertas tidak terpakai tergeletak di meja pekerja Inggris. 48 Persen pekerja bahkan kesulitan menemukan dokumen penting akibat mejanya tidak terorganisir dengan baik. Sementara 10 persen pekerja Inggris mengakui terakhir mereka merapikan meja kerja adalah sekitar 6 bulan yang lalu.
Meja kerja yang berantakan sebenarnya tidak luput dari perhatian atasan. Seperempat dari responden mengaku pernah menerima peringatan dari atasannya, bahkan 1 dari 10 pekerja menerima peringatan secara resmi.
Survei yang dilakukan terhadap 2.000 pekerja di Inggris mengungkapkan bahwa hampir sepertiganya memiliki meja kerja berisi makanan yang sudah setengah habis, sampah bungkusan makanan dan botol, serta hampir setengahnya meninggalkan cangkir dan piring kotor di meja kerja. 1 dari 20 pekerja bahkan meninggalkan piring kotornya di meja selama 3 hari atau lebih.
Selama ini dipercaya bahwa wanita biasanya lebih rapi dan bersih jika dibandingkan dengan laki-laki, namun hal ini tidak berlaku dalam urusan meja kerja. Berdasarkan hasil survei, pekerja wanita memiliki kebiasaan yang sama berantakannya dengan pekerja laki-laki.
"Meja kerja yang berantakan tidak hanya buruk untuk pola pikir Anda, tetapi juga dapat merusak hubungan Anda dengan rekan kerja," ungkap Dr. Tomas Chamorro, profesor psikologi bisnis di University College London.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa meja kerja yang berantakan memiliki efek yang negatif pada karir, misalnya membuat Anda terlihat tidak profesional, dicap buruk oleh atasan, bahkan sampai membuat Anda menerima peringatan resmi. Jangan abaikan masalah ini, setiap pekerja harus bisa mengerti dan merasakan manfaat dari meja kerja yang rapi," imbuhnya.
Selain dapat memperburuk hubungan dengan rekan kerja dan atasan, meja kerja yang berantakan juga memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat stres di kantor.
56 Persen partisipan merasa tingkat stres mereka meningkat saat mengawali hari kerja dengan melihat meja yang kotor. Walaupun demikian, hanya setengah dari mereka yang merapikan mejanya paling tidak 1 kali dalam sebulan.
"Meja kerja yang berantakan memiliki dampak yang sangat serius terhadap tingkat stres dan kebahagiaan di kantor. Lebih dari setengah responden mengatakan stres di awal hari kerja berlanjut menjadi cemas dan suasana hati menjadi negatif," ucap Dr. Tomas seperti dikutip dari Metro, Kamis (18/4/2013).
Oleh karena itu, penting untuk pekerja memerhatikan kerapian dan kebersihan meja kerja agar terhindar dari stres berlebih di kantor.
Rabu, April 17, 2013
Jakarta, Salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat kurangnya kebersihan adalah diare. Penyakit ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang tidak bersih. Selain itu, penyakit yang menyebabkan infeksi pada tubuh ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditemui pada anak dalam masa 1000 hari pertama kehidupan.
"Sekarang biasanya penyakit infeksi yang paling sering adalah ispa dan diare. Diare dan ISPA sangat terkait dengan lingkungan," ujar dr Endang L. Achadi, MPH, Dr.pH saat berbincang dengan detikhealth dan ditulis pada Kamis (18/4/2013).
dr Endang mengungkapkan bahwa infeksi dan gizi selalu digandengkan. Menurutnya orang yang sakit biasanya tidak mau makan yang akhirnya kurang gizi dan daya tahannya semakin rendah. Sebaliknya kalau serangan infeksi keras seperti pada orang yang tinggal di lingkungan kotor, ini juga akan menyerang daya tahan tubuhnya sehingga mau tidak mau daya tahannya akan menurun.
Selanjutanya dalam seminar bertema Public Private Partnership dalam Menunjang Scaling Up Nutrition (SUN) Movement Melalui Perbaikan Status Gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Country Director Micronutrient Initiative (MI) dr Elvina Karyadi, MSc, PhD turut berbagi pengalamannya.
Seminar ini bertempat di Balai Sidang Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Universitas Indonesia, Depok. Ia mengatakan bahwa di Indonesia sendiri masih sangat banyak daerah yang angka kematian bayi tinggi akibat diare. Salah satunya adalah Lombok.
"Di Lombok, kami berikan pencegahan pada anak yang tidak terinfeksi diare, dengan pemberian zinc dan oralit secara bersamaan penggunaannya selama 10 hari, dan ini sangat efektif," kata dr Elvina.
Di provinsi Lombok Timur dan Barat, menurut dr Elvina, angka kematian anak masih tinggi, sekitar 32:100.000. Oleh sebab itu, MI sebagai salah satu NGO mengadakan kerja sama dan melakukan program-program penunjang kesehatan sejak 2006.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Indonesian Nutrition Foundation for Food Fortification Prof. (Em) Soekirman, MPS-ID menambahkan bahwa diare dapat dicegah dan ditekan dengan cara sederhana. "Dengan mengajarkan anak cuci tangan sebelum makan dapat mencegah diare," ujar Prof Soekirman.
Namun, mencuci tangan haruslah dilakukan dengan tepat. "Bukan dengan air bersih saja, tetapi cuci tangan dengan sabun," tutupnya.
Dengan mencuci tangan memakai sabun diketahui mengurangi diare sebesar 30 persen. Nah, berkurangnya kasus diare pada anak juga mengurangi angka kematian dan menyumbang perbaikan gizi yang tinggi.
"Sekarang biasanya penyakit infeksi yang paling sering adalah ispa dan diare. Diare dan ISPA sangat terkait dengan lingkungan," ujar dr Endang L. Achadi, MPH, Dr.pH saat berbincang dengan detikhealth dan ditulis pada Kamis (18/4/2013).
dr Endang mengungkapkan bahwa infeksi dan gizi selalu digandengkan. Menurutnya orang yang sakit biasanya tidak mau makan yang akhirnya kurang gizi dan daya tahannya semakin rendah. Sebaliknya kalau serangan infeksi keras seperti pada orang yang tinggal di lingkungan kotor, ini juga akan menyerang daya tahan tubuhnya sehingga mau tidak mau daya tahannya akan menurun.
Selanjutanya dalam seminar bertema Public Private Partnership dalam Menunjang Scaling Up Nutrition (SUN) Movement Melalui Perbaikan Status Gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Country Director Micronutrient Initiative (MI) dr Elvina Karyadi, MSc, PhD turut berbagi pengalamannya.
Seminar ini bertempat di Balai Sidang Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Universitas Indonesia, Depok. Ia mengatakan bahwa di Indonesia sendiri masih sangat banyak daerah yang angka kematian bayi tinggi akibat diare. Salah satunya adalah Lombok.
"Di Lombok, kami berikan pencegahan pada anak yang tidak terinfeksi diare, dengan pemberian zinc dan oralit secara bersamaan penggunaannya selama 10 hari, dan ini sangat efektif," kata dr Elvina.
Di provinsi Lombok Timur dan Barat, menurut dr Elvina, angka kematian anak masih tinggi, sekitar 32:100.000. Oleh sebab itu, MI sebagai salah satu NGO mengadakan kerja sama dan melakukan program-program penunjang kesehatan sejak 2006.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Indonesian Nutrition Foundation for Food Fortification Prof. (Em) Soekirman, MPS-ID menambahkan bahwa diare dapat dicegah dan ditekan dengan cara sederhana. "Dengan mengajarkan anak cuci tangan sebelum makan dapat mencegah diare," ujar Prof Soekirman.
Namun, mencuci tangan haruslah dilakukan dengan tepat. "Bukan dengan air bersih saja, tetapi cuci tangan dengan sabun," tutupnya.
Dengan mencuci tangan memakai sabun diketahui mengurangi diare sebesar 30 persen. Nah, berkurangnya kasus diare pada anak juga mengurangi angka kematian dan menyumbang perbaikan gizi yang tinggi.
Langganan:
Komentar (Atom)
